KTM, Honda, Yamaha dan Piaggio Menggarap Battery Swap

03-03-2021,08:57

Satu persoalan yang menghambat pertumbuhan EV, terutama sepeda motor listrik, adalah keseragaman baterai. Gambaran sederhananya, motor ICE (Internal Combustion Engine) hanya perlu ukuran lubang tangki BBM yang seragam, bahan bakarnya sama. Sedangkan motor listrik memiliki kapasitas baterai yang berbeda-beda, sehingga dimensi baterai pack-nya pun beda-beda. Sehingga konsumen, meski dapat mengisi listrik di rumah, tetap terhambat ketika mobilitasnya jauh.

Kondisi ini terjadi secara global. Bahkan di Cina yang jadi sumbernya pun, baterai belum seragam kecuali colokannya.

Beberapa waktu lalu, KTM, Honda, Yamaha Motor dan Piaggio sepakat untuk mendirikan konsorsium demi membuat baterai swappable untuk sepeda motor dan kendaraan listrik ringan.

Sebagai catatan, Honda dan Yamaha adalah penguasa industri sepeda motor secara global.  Konsorsium ini mengharap standarisasi sistem baterai yang bisa saling tukar, akan mendongkrak penggunaan kendaraan listrik kecil dan molis. Serta membantu pengembangan dan efisiensi baterai secara keseluruhan dalam industri.

Konsorsium ini juga mendorong standarisasi ini secara Internasional, dan mengajak semua stakeholder industri bekerja sama. Rencananya, konsorsium ini akan mulai beraktivitas bulan Mei 2021 ini.

            Sebenarnya, empat raja roda dua Jepang, yakni Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki sudah mengumumkan kerjasama serupa akhir 2019 lalu. Namun sepertinya belum ada perkembangan berarti.

            Secara terpisah, KTM, Honda, Yamaha dan Piaggio sudah cukup maju soal sepeda motor listrik. KTM sudah lama menjajakan Freeride listrik, serta motor offroad untuk dewasa dan anak-anak. Sedangkan Yamaha, selain skutik listrik, juga sudah merilis beberapa motor konsep, semisal Yamaha EMX yang berformat trial.

Sementara Honda, selain e-cub, juga punya CRF listrik prototipe serta sempat merajai kelas listrik di balapan legendaris Isle Of Man TT dengan Mugen TT Zero. Honda juga sudah membocorkan paten untuk naked bike kecil, setara CB125R.

Dan Piaggio, sudah menyiapkan Elettrica yang banyak menuai perhatian secara global. Elettrica rencananya mulai dijual pertengahan 2022 tahun depan.

Dengan konsorsium ini, tentu empat perusahan sepeda motor itu akan mendapat keuntungan, setidaknya proses riset dan pengembangan akan lebih cepat. Serta potensi pasar yang jauh lebih besar. Namun yang paling diuntungkan, tentu konsumen yang berpeluang menikmati ketersediaan swap baterai yang lebih banyak.

Satu fakta penting, Gogora menjadi penguasa skutik listrik Taiwan berkat sistem swap baterai yang diusung. Gogoro memiliki ribuan stasion swap baterai di Taiwan, dan kini mengoperasikan jaringan baterai swap terbesar di dunia.

 

Sumber : Electrek, electricmotorcyclenews

Share :