Penyakit Utama Sepeda Listrik dan Solusinya

04-03-2021,15:26

Selis alias sepeda listrik sudah lama booming di Indonesia. Mulai ramai sekitar 2016 silam, dan banyak dibeli di daerah perumahan, sebagai transportasi praktis jarak dekat. Misalnya ke pasar atau warung dekat rumah. Penggunanya kebanyakan ibu-ibu, atau ART yang memang mengurusi kebutuhan rumah.

Meski praktis dan minim perawatan, selis punya beberapa persoalan klasik yang melumpuhkan operasionalnya. Kali ini setrum.com mengumpulkan tiga penyakit klasik sesuai urutan terbanyak, berikut solusinya.

1.       Baterai mati

Ini keluhan nomor satu. Gejala paling umum adalah baterai tidak bisa dicharge ketika ingin dipakai. Baterai yang digunakan selis, hampir pasti tipe SLA, alias aki kering. Ada beberapa penyebab masalah ini. Menurut Arif Saebani, kepala mekanik di Petrikbike yang sering menangani home service, seringkali selis didiamkan terlalu lama, yang mengakibatkan baterai kehilangan daya simpan. Bahkan, tak jarang selis didiamkan hingga tahunan, padahal menurut Arif, baterai akan bermasalah bila didiamkan hingga tiga bulan.

Penyebab kedua, adalah terlalu sering overcharge alias kelamaan dicharge. Ini pun penyakit klasik, dimana pengguna membiarkan sepeda dicharge dan lupa mencabut charger ketika baterai penuh.

Solusi dua persoalan ini hanya satu, yakni penggantian baterai baru. Biasanya  Petrikbike mengenakan biaya Rp 250 ribu hingga Rp 450 ribu, per unit baterai. Biasanya selis menggunakan 2-4 unit per pack.

2.       Controller

Cirinya baterai bagus, tapi gak bisa jalan ketika digas. Gelaja lainnya, roda (hub drive) bergetar seolah tertahan, ketika diputar dengan tangan. Kalau sudah begini, controller biasanya diservis. Biayanya tergantung komponen yang rusak, antara Rp 150 ribu, hingga Rp 250 ribuan. Tapi kalau yang jebol motherboardnya, disarankan mengganti baru saja, karena biaya servisnya sudah mirip harga controller baru (Untuk selis secara umum).

Persoalan lain adalah banjir, dimana selis terendam penuh. Untuk kasus semacam ini, seringkali masih bisa ditolong, asal baterai dicopot saat banjir/terendam, atau selisnya tidak dihidupkan setelah terendam. Bila selis dihidupkan setelah terendam, dipastikan kerusakan akan parah. Untuk ini, sangat disarankan segera menghubungi bengkel kepercayaan.

3.      Dinamo/motor

Sebenarnya dinamo atau motor listriklah komponen yang paling tahan banting, alias jarang rusak. Kemungkinan rusak muncul ketika selis terendam saat banjir, atau melintasi genangan air yang tingginya melebihi as roda.

Bila terendam lama, air yang menyusup akan segera merusak dinamo. Bila hanya sekali menerjang genangan tinggi, dinamo tidak akan segera rusak. Namun, sisa air yang menyusup dapat merusak dinamo dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Kerusakan dinamo ini pun masih bisa diservice. Untuk selis, umumnya memakan biaya antara Rp 450 ribu hingga Rp 900 ribu, tergantung kerusakan. Yang paling mahal, biasanya karena kabel phase perlu dililit ulang. Namun, bila konsumen hanya ingin bongkar pasang untuk melihat kondisi jeroan dinamo, petrikbike mematok Rp 200 ribu.

 

Thanks to : Petrikbike

Share :