Triumph TE-1

25-03-2021,17:18

Penggemar sepeda motor pasti tahu nama Triumph, produsen asal Inggris yang terkenal di era 1950-70an. Produk Triumph mendunia dan sempat menjadi pilihan para selebritis, bersama motor Inggris lain, seperti Norton.

            Itu sebelum Jepang mulai mengembangkan model yang ekonomis, berlawanan arah dengan pasar saat itu. Masuk akhir 1970an, Jepang mulai menguasai pasar sepeda motor dunia. Dan Triumph, seperti kebanyakan pabrikan asal Inggris, mulai ketinggalan. Meski pada 1983, Triumph dihidupkan kembali oleh pemilik baru, dan tetap menancapkan kuku sebagai salah satu motor performance terbaik dunia, namun eranya telah tergantikan oleh produsen Jepang.

Kini, dari semua produsen sepeda motor Inggris, hanya Triumph yang masih bertahan dan melansir produk baru. Termasuk beberapa tahun belakangan, mereka menyiapkan diri memasuki era elektrifikasi. Dan seperti pada zama 1970an, Triumph pun tak mau tanggung-tanggung.

Semua berawal di Pebruari 2019, ketika mereka membuat poling atau survei konsumen mengenai ketertarikan pada penggerak listrik. Hasilnya, ternyata 50% sudah mempertimbangkan untuk beralih ke motor listrik. Dan angka itu didominasi oleh generasi muda, yang merupakan sasaran mereka.

          Dibiayai oleh pemerintah Inggris, Triumph merangkul Williams Advanced Engineering (WAE) untuk mengembangkan baterai, lantas Integral Powertrain LTD menggarap dinamo dan controller, sedangkan WMG di Universitas Warwick melakukan simulasi untuk mendapatkan desain ideal sesuai karakter Triumph yang condong ke performa.

            Sadar performa motor listrik selalu terhambat bobot, mereka pun fokus mengembangkan komponen yang lebih ringan, namun memberi performa maksimal. Contohnya battery pack buatan Williams Advanced Engineering (WAE) yang menawarkan kepadatan energi lebih besar serta beroperasi pada rentang tegangan yang lebih lebar dibanding kompetitornya. Juga ada motor listrik berpendingin air yang mempu menghasilkan 180 dk, namun bobotnya hanya 10 kg! Jauh lebih ringan dari yang ada sekarang, juga jauh lebih ringan dari mesin bensin yang setara.

            Saat ini, proyek yang masih konsep itu sudah memasuki fase 2, dimana simulasi produk sudah dilakukan sebelum proses produksi versi prototipenya dimulai. Ini demi menjaga efisiensi produksi, yang juga memangkas waktu riset.

            Melihat perkembangannya sih, TE-1 akan menawarkan motor listrik dengan performa dan handling yang jauh diatas kompetitornya saat ini.

sumber : Triumph

Share :