Retro EV jadi trend baru! Part I

27-06-2021,15:26

Pandemi global dipadu melesatnya popularitas kendaraan listrik, justru membuat mobil klasik semakin bernilai. Simak artikel dari Dan Neil untuk Wall Street Journal WSJ ini. Dia bercerita mengenai fenomena konversi mobil klasik menjadi penggerak listrik, yang terus tumbuh ditengah pandemi Covid-19.

Konversi mobil klasik ke listrik bukan hal baru. Dan Neil dalam artikelnya, menyinggung bertemu seorang ilmuwan asal Pasadena, Kalifornia yang memasang mesin listrik ke mobil sport MG miliknya, pada 1965! Tentu saja, waktu itu masih pakai baterai Lead Acid, belum Lithium seperti sekarang.

            Semenjak pandemi Covid-19 awal tahun lalu, tercatat lonjakan transaksi mobil klasik di Amerika, yang mencapai angka belasan ribu. Menurut data dari rumah lelang Hemmings, kebanyakan pembeli baru itu kaum Millennial yang terpaksa WFH. Mungkin mereka perlu hobi baru lantaran prokes ketat yang berlaku.

Celakanya, rata-rata Millennial kurang memahami bagaimana memelihara mobil klasik 1970an. Mereka bisa saja cinta dengan desain lawas, tapi soal mesin menjadi masalah tersendiri. Oli meler di lantai garasi, mesin sudah hidup, dan pemeliharaan pun butuh spesialis tersendiri, karena mereka bukan generasi yang suka utak-atik mesin.

Lantas bagaimana mereka mau menikmati kendaraan klasiknya? Kehadiran perusahaan spesialis seperti EV West, Moment Motor, Electrogenic dan Electric Classic Car di Inggris menjadi alternatif menarik. Dan faktanya, semua perusahaan itu tumbuh pesat di tengah pandemi. Malah, EV West yang termasuk pelopor konversi di Amerika, punya waiting list hingga 6 tahun!

Apakah mengganti mesin asli dengan listrik mengurangi nilai mobil klasik? Tidak juga, karena rata-rata konversi dapat dikembalikan ke kondisi asli. Malah, menurut Steve Drummond, co-founder dan bos di Electrogenic, mobil klasik justru lebih dinikmati. Torsi instan dan kepraktisan operasional jadi kuncinya. Bagaimana dengan jarak tempuh per charge? “Mobil klasik kan tidak menempuh jarak jauh,” jawab Drummond dalam wawancara dengan driving.

Namun, faktor yang membuat mobil klasik bertenaga listrik lebih diminati, karena mesin asli yang rewel menyulitkan pehobi baru. Dengan motor listrik, kaum millennial yang hanya ingin mengendarai tanpa repot urusan perawatan, jadi tertarik.

Kini, kita sudah melihat semua macam mobil klasik dikonversi ke listrik. Dari Ferrari, Porsche, Mercedes, BMW dan Rolls Royce yang berkasta tinggi, hingga mobil pekerja semacam pikap GMC hingga Land Rover dan Jeep CJ5. Dan jumlahnya terus bertambah lho.

Bila dihitung Rupiahnya, biaya konversi cukup tinggi. Electric Classic Car di Inggris mematok sekitar Rp 600 juta ke atas. EV West menyebut angka minimal sekitar Rp 722 juta. Namun, nilai itu sepadan dengan kualitas kerja mereka. Dan meskipun mahal, nyatanya semua workshop itu selalu full booked dengan waiting list diatas satu tahun...

 foto : ECC, Moment Motor, Electrogenic

Share :