Trend Retro EV Part II

01-07-2021,15:07

Sebelumnya kami sudah ulas bagaimana fenomena konversi mobil klasik semakin popular (Retro EV Part I) secara global. Sebenarnya, industrinya sendiri sudah mulai sejak lama. Pendiri EV West, Michael Bream bercerita, dia mulai usahanya pada 2010. “Empat tahun pertama, bisnis sangat sepi. Baru pada 2016, pelanggan mulai banyak.”

Salah satu pemicunya adalah kehadiran Tesla. “Tesla membuat mobil listrik yang digemari konsumen, karena mirip mobil konvensional. itu yang membuat perhatian publik mengarah ke kendaraan listrik,” imbuh David Bernardo, pendiri Zelectric, spesialis konversi VW dan Porsche.

David dan Michael Bream sudah bekerja sama sejak awal, mengembangkan jasa konversi mobil klasik. Bila David fokus ke VW dan Porsche, Michael menggarap segala jenis kendaraan roda empat.

Kini, bisnis konversi listrik kendaraan klasik justru melesat ditengah pandemi. Rata-rata workshop besar itu punya waiting list diatas 2 tahun!

Selain tersedianya komponen copotan Tesla dan EV lain, komponen kelistrikan dari Cina juga membanjiri pasar, dan cenderung lebih lengkap. Kita bisa konversi sepeda, sepeda motor, hingga mobil menjadi penggerak listrik.

Malah, beberapa perusahaan otomotif mulai mengulik sektor kecil itu. Misalnya General Motors (GM) yang membuat crate engine listrik. Crate Engine adalah mesin yang dijual dalam peti (crate), yang biasanya menggantikan mesin asli. Dulu, crate engine pasti mesin bensin V8 berkapasitas besar, November lalu, GM memperlihatkan crate engine listrik pertamanya.

Mesin listrik itu membidik pada penggemar hot rod dan mobil vintage. Sebagai contoh, GM membangun sebuah Chevy K5 Blazer E 1977, menggunakan motor listrik dari Chevy Bolt, dengan transmisi otomatis baru. Komponen penggerak lain, seperti transfercase, as kopel dan gardan, menggunakan aslinya.

GM menyebut ini paket Electric Cruise and Connect, sudah termasuk power steering listrik, dan sistem pengereman, yang tinggal pasang saja.

            Perbuari 2020 lalu, Yamaha juga membuat motor listrik serupa, yang aplikasinya lebih bebas, dengan pilihan tenaga dari 35 kW sampai 200 kW.

            Selain itu, ada juga perusahaan yang khusus membuat reproduksi baru, semisal Totem Automobili yang membuat Alfa Romeo Giulia GT era 1970an. Selain performa, mereka juga menawarkan berbagai macam suara mesin untuk mengiringin motor listrik yang senyap. Pilihan termasuk suara V8 dan V10.

            Juga ada Lunaz Design yang khusus mobil premium. Perusahaan yang berbasis di Silverstone, Inggris itu membuat versi listrik dari Jaguar XK120, Bentley Continental, Flying Spur (1955-1965), bahkan Rolls-Royce.

Saking besarnya permintaan, mereka menggandakan tenaga kerjanya di 2020-2021 ini. “Entah kenapa, para kolektor melihat ini (elektrifikasi) sebagai langkah masuk akal,” ungkap James Warren, juru bicara perusahaan.

Kami yakin fenomena ini akan terus tumbuh, dan meluas. Selama mobil bensin masih punya penggemar fanatik, maka lambat laun mereka akan konversi juga. Dan jangan lupa, seiring waktu, teknologi baterai dan dinamo akan terus meningkat. Membuat konversi ini semakin menarik..

 

Foto : GM, Lunaz, Totem, Moment Motor

Share :