Mate Rimac – Calon Legenda Baru

27-08-2021,16:19

Tesla boleh bangga setelah Model S Plaidnya baru-baru ini membantai deretan muscle car, supercar dan hypercar di drag race 402 m yang dihelat oleh Drag Times. Apakah mobil sedan keluarga empat pintu itu menaklukkan dunia akselerasi cepat? Nggak juga sih..

Adalah Rimac Nevera, hypercar elektrik asal Kroasia yang mempecundangi Model S Plaid, dengan mudah pula. Rimac Nevera melibas trek lurus 402 m hanya dalam tempo 8.52 detik saja. Menariknya lagi, orang di belakang Rimac Automobili, masih muda, namun jenius dengan sederet prestasi luar biasa. Namanya adalah Mate Rimac, lahir di Livno, Yugoslavia (Sekarang Bosnia) tahun 1988.

Keluarga Rimac sempat menjadi pegungsi ke Frankfurt, Jerman mulai tahun 1991 karena terjadi perang di Negara tempat lahirnya. Pada saat tinggal di Jerman ini, kesukaannya terhadap mobil yang sangat tinggi bisa tersalurkan. Ia mulai membaca banyak buku soal kendaraan roda 4 dan roda 2 hingga benar-benar menguasai aspek teknisnya.

Dari Tahun 2000, keluarga Rimac kembali pindah ke Kroasia, dan di sini Mate masuk ke sekolah khusus Mechatronic, atau sama dengan sekolah kejuruan khusus untuk mekanis dan elektronik. Untuk tugas akhir sebagai syarat kelulusan, Mate membuat karya sebuah TV yang bisa terintegrasi dengan internet, dan menggunakan sarung tangan khusus sebagai pengganti keyboard. Dengan dorongan guru pembimbingnya, Mate mengikutsertakan karyanya ini ke kompetisi lokal, regional dan akhirnya internasional, semuanya ia mendapatkan juara.

Tapi membuat TV yang terintegrasi dengan internet sama sekali bukan passionnya. Mate tetap fokus di dunia otomotif dan selalu berfikir bagaimana membuat sebuah kendaraan bisa lebih cepat dari spesifikasi aslinya. Saat berusia 18 tahun, ia membeli BMW E30 tahun 1984 bekas yang kemudian dimodifikasi mesin dan suspensinya, untuk menjadi mobil drifting. Sayang tak berapa lama, mesinnya jebol karena terlalu diforsir oleh Mate.

Dari sini tercetus ide bagaimana jika mesin yang jebol itu diganti dengan motor listrik. Kemudian sejarah mulai ditulis. Dalam sebuah wawancara Mate mengatakan BMW lawasnya itu sempat 7 kali mengalami ubahan mesin, dari menggunakan 2 motor listrik yang disambungkan ke transmisi hingga akhirnya menggunakan 2 motor listrik yang langsung ke as roda. Tapi BMW lawas ini pula yang kemudian menjadi bahan eksperimen yang berujung pada Rimac Automobili.

Melihat prestasi gemilang BMW bertenaga listrik racikan Rimac, banyak investor tertarik untuk memodali anak muda ini membangun merk mobil listrik sendiri. Dan akhirnya pada bulan September 2009, Mate mendirikan Rimac Automobili, merek mobil listrik miliknya sendiri.

Hingga awal tahun 2010, Rimac Automobili sama sekali tidak memiliki karyawan, apalagi teknisi, ditambah lagi, Kroasia sama sekali belum pernah memiliki industri otomotif, jadi sangat sulit untuk mendapatkan insinyur untuk mengembangkan sebuah mobil, apalagi sebuah hypercar, yang menjadi impian Mate.

Di akhir tahun 2010, Rimac yang sudah banyak mendapatkan atensi media karena BMW listrik performa tinggi racikannya, mulai merancang sebuah hypercar bertenaga listrik penuh, bukan hybrid.

Rancangannya ini kemudian membuat seorang anggota keluarga kerajaan Emirat Arab yang kemudian memesan 2 unit hypercar. Pada saat ini, Mate sudah tidak punya dana lagi untuk membangun mobil, untuk membayar karyawan, sewa tempat dan supplier saja sudah sangat berat.

Untungnya, si pemesan menawarkan untuk sekaligus menjadi investor di Rimac Automobili, tapi dengan syarat, Rimac harus memindahkan semua usahanya ke Abu Dhabi, walaupun sangat butuh dana, Rimac menolak dan kehilangan investor satu-satunya.

Rimac memang butuh dana, tapi ia tidak mau memindahkan usahanya ke Negara lain, karena Kroasia butuh industri otomotif sendiri, menghadirkan kesempatan kerja untuk warganya. Dengan dasar ini, Mate terpaksa harus bekerja untuk beberapa pabrikan otomotif yang butuh pengembangan teknologi mesin elektrik dan baterai, sembari mengembangkan produknya sendiri. Oiya, pada saat ini Rimac baru berusia 21 tahun. Wow!

Pada tahun 2011, Rimac berhasil menciptakan hypercar pertamanya, Rimac Concept_One di ajang Frankfurt Motor Show. Jangan salah, pada saat itu, Rimac Automobili baru memiliki 5 orang karyawan, termasuk Mate sendiri. Perusahaan baru ini juga masih dilanda masalah keuangan yang lumayan berat, dan sangat sulit mendapatkan investor besar. Tapi karyanya yang selalu berkembang, berhasil menarik pabrikan besar seperti Porsche, Hyundai dan KIA untuk menanamkan modal di perusahaan Kroasia ini.

Dengan suntukan dana segar, Rimac Automobili berhasil menghadirkan generasi kedua dari hypercarnya, yaitu Rimac Concept_Two atau C_2, yang kemudian diberikan nama Rimac Nevera. Setelah mengalami perbaikan dan pengembangan di tahun 2020, kabarnya Rimac akan siap mengantar pesanan pertama dari model hypercar teranyarnya ini ke konsumen di tahun 2021 ini, tapi karena pandemi global mungkin diundur hingga tahun depan.

Mate dengan Rimac Automobili sekarang sudah menjadi simbol industry otomotif di Kroasia, dengan jumlah karyawan mencapai 900 orang sekaligus menjadi penyalur utama produk motor listrik dan baterai performa tinggi untuk hampir semua pabrikan otomotif di dunia. Luar biasa!

Dia juga pemasok teknologi untuk beberapa nama besar, termasuk Bugatti, dimana dia menjadi CEO, juga bos termuda (Mate Rimac lahir tahun 1988). Mungkin setelah rekor akselerasi Chiron dibantai Nevera, Bugatti pun merasa perlu merangkul Rimac. Hehehe..

Mate Rimac sekarang memang masih berusia di bawah 40 tahun, tapi sudah boleh dibilang sejajar dengan nama-nama calon legenda otomotif dunia seperti Christian Koenigsegg, Horatio Pagani dan Elon Musk..Setuju?

 

Sumber : Rimac Automobili

                 The Drive

                 Late Braking

                 Forbes

 

 

Share :