Grid Cycles KTM Freeride

11-10-2021,09:09

Konversi Retro EV sedang melanda dunia. Mobil-mobil klasik mulai berganti jantung, dari peminum bensin menjadi penyedot listrik. Wajar, selain lebih nyaman, perawatannya pun jauh lebih simpel. Juga performanya mudah mengalahkan mesin asli yang berteknologi uzur.

Selama ini, yang muncul di permukaan rata-rata mobil klasik. Namun garapan Grid Cycles ini, tampil ala motor tril tua yang banyak penggemarnya. Sosok di balik modifikasi ini adalah Tom Gilroy asal Australia. 

Awalnya, Tom mendirikan PBM (Purpose Built Moto) yang banyak menggarap modifikasi trail tua. Maklum, dia tumbuh dan besar di wilayah pertanian.

Masuknya era elektrifikasi memunculkan banyak motor listrik custom, Tom bersama koleganya pun mendirikan Grid Cycles, yang khusus menggarap motor listrik. Dan KTM Freeride ini adalah produk pertama mereka. 

Tom mengambil langkah cerdas dengan mengambil basis KTM Freeride EX-C yang sudah terbukti handal. Ia tak perlu repot-repot mengurusi sistem kelistrikan dan drivetrain, toh perusahaan Austria itu sudah meriset dengan baik.

Alhasil, Grid Cycles dapat fokus ke styling. “Saya sudah mencoba beberapa motor listrik, dan sangat puas dengan performanya. Namun soal tampilan, saya kurang cocok,” jawab Tom dalam video penjelasannya.

Tom dan krunya pun melihat desain produk lawas KTM sebagai insipirasi. Awalnya, mereka membuang semua ornamen motor trail modern. Lalu menggantinya dengan peranti khas tril 1970an. Padanan warna pun tetap memakai oranye khas KTM, namun makin berkelas setelah dipadu striping dan hitam satin pada tangki.

Tangki pun memakai desain lawas yang lonjong membulat. Namun, fungsinya sebagai penampung bbm berganti jadi penyimpan perkakas. Tom membuang bagian bawahnya, lalu memasang engsel di belakang. Hasilnya tangki jadi kompartemen dengan tampilan klasik. Pun begitu dengan jok dan lampu-lampunya, semua ala tril lawas. Hasilnya adalah tril klasik yang gak berisik.

Grid Cycles tidak mengganggu gugat sistem penggerak aslinya, toh dengan torsi 42 Nm, bobot 108 kg, kecepatan puncak 80 km/j serta jarak tempuh 100 km, sudah lebih dari cukup untuk pecicilan di akhir pekan.

Namun kami menyempurnakan sedikit, dengan mengubah ukuran gigi sproket depan, sehingga didapat kecepatan jelajah yang lebih baik, yakni 80- km/j, serta top speed yang naik jadi 95 km/j. “Kita beruntung, karena pembatasan performa bukan dilakukan di controller, jadi tinggal mengubah rasio gigi akhir,” ungkap Tom.

Sumber : Bikeexif, Purpose Built Moto, Grid Cycles

 

Share :