MoTeC Menggarap Mobil Listrik!

26-10-2021,16:27

Bagi yang mengikuti perkembangan dunia balap, pasti tak asing dengan nama MoTeC. Perusahaan Australia yang fokus di sistem kelistrikan itu terkenal sebagai produsen ECU (Electronic Control Unit) stand alone kelas dunia. Banyak digunakan pada mobil dan motor balap bertenaga besar, perangkat MoTeC dikenal canggih dan tahan banting.

            Sejak akhir 1980an, MoTeC sudah berkecimpung di dunia balap dengan perangkat pengatur pengapian dan injeksi elektronik. Mereka sudah piawai berurusan dengan motor bakar bertenaga besar. Namun rupanya, seperti Holley dengan AEM-nya (baca di sini), diam-diam MoTeC sudah mengulik kendaraan listrik.

            Lucunya, kiprah pertama MoTeC bukanlah di arena balap atau adu cepat. Adalah Zeroautomotive, sesama perusahaan Australia yang pertama memakai jasa MoTeC untuk kendaraan listrik.

Salah satu produk Zeroautomotive adalah kendaraan tambang yang beroperasi di dalam perut bumi. Lingkungan kerjanya itu tak memungkinkan memakai mobil konvensional, karena polusi motor bakar yang berbahaya.

Alhasil, mereka mengubah pikap Toyota Land Cruiser 79 Series menjadi penggerak listrik, dan mereka namai ZED70 Ti. Memakai motor tiga Phase bertorsi maksimal 700 Nm, dengan baterai LTO berkapasitas 59 kWh. MoTeC menjadi pemasok untuk mengembangkan controller dan Battery Management Systemnya.

Dengan pengalaman 30 tahun di industri balap, MoTeC pun tak sulit menyesuaikan produk dan layanannya untuk kendaraan listrik, yang terus berkembang. Toh, untuk ZED70 Ti, mereka memakai basis M1, yang diambil dari ECU mesin bensin.

Pun meski belum ada produk khusus seperti AEM, namun MoTec menyediakan layanan jasa engineering kendaraan listrik. Ini sudah dicantumkan dalam situs resmi mereka (link).

Bila mengacu pada Zeroautomotive, MoTeC tak hanya membuat BMS khusus, tapi juga controller yang basisnya dari produk mereka juga, serta desain sistem penggerak listrik secara utuh, lengkap dengan data loggernya.

Melihat perkembangan ini, dipastikan dalam waktu dekat MoTeC akan melansir beberapa produk untuk EV dan konversi EV, seperti controller, BMS, dan indikator atau display. Dan bila mengacu ke produk-produk MoTeC sebelumnya, dipastikan semua akan membawa teknologi terkini, interface yang mudah, serta pengaturan lengkap yang fleksibel. Jadi cocok untuk yang mau bikin EV kompetisi atau adu cepat. Hanya itu, harganya pun dipastikan kelas juragan.

Menurut Kami

            Manusia tak pernah puas. Itu sudah bawaan lahir. Punya mobil atau motor kencang, pasti ingin lebih kencang lagi. Yang ujungnya adu cepat, alias balap. Ini sudah berlangsung sejak awal industri otomotif dunia 120 tahun silam.

            Karena itu, muncul perusahaan performance parts, yang menyediakan komponen penambah kecepatan. Tak peduli itu supercar, selalu ada perangkat yang membuatnya lebih super. Siapa yang bisa memasok, akan kaya. Di Amerika saja, nilai industri aftermarket 2021 mencapai US$ 325 miliar atau sekitar Rp 4.595 T, bandingkan dengan APBN RI 2021 yang Rp 2.750 T.

Maka tak perlu heran bila nama-nama besar komponen aftermarket dan performance mulai melirik industri EV. Permintaannya mulai muncul. Mungkin para pemilik Tesla sudah mulai bosan lantaran tak ada lawan. Akhirnya antar mereka sendiri yang adu cepat, dan itu berarti harus punya komponen aftermarket.

Perusahaan seperti MoTeC dan Holley sudah melihat itu. Dan trend ini akan terus tumbuh. Di Indonesia, TK Racing, pemasok komponen racing sepeda motor sudah mulai menyediakan kit konversi elektrik.

Selain mereka, tentu akan banyak nama-nama baru bermunculan. Terutama dari industri EV sendiri. Termasuk pemasok controller dan dinamo motornya. Siap-siap deh..era custom EV dan balap khusus, sudah dekat..banget..

 

Sumber : MoTeC

Share :