Mercedes-Benz EQG : Melanjutkan Tradisi G-Class

24-11-2022,07:45

Mercedes-Benz G-Klass menjadi kendaraan ikonik semenjak lahir dari pabrik mereka di Graz, Austria pada 1979 silam. Tak heran bila mendapat perlakuan khusus, dianggap sebagai sub-brand oleh raksasa otomotif asal Jerman itu.

Pun G-Klass ikut didalam program elektrifikasi Mercedes-Benz via EQG. Sempat diragukan oleh Dr. Emmerich Schiller, CEO divisi Mercedes-Benz G-Class. Lantaran sosoknya yang mengotak, berat dan punya kemampuan offroad berat dinilai menyulitkan secara teknis. Kalau pun bisa, dia khawatir G-Klass elektrik akan kesulitan menaklukkan gunung Schöckl yang legendaris, yang jadi area uji semua G-Klass, di Graz, Austria.

Namun kini, dia menyatakan kekhawatirannya sudah tertangkis. Tim riset mereka sudah mendekati versi produksi final. Meski begitu, kemungkinan EQG baru akan dipasarkan paling cepat 2024. Makanya belum ada detail teknis spesifikasinya.

Yang jelas ketahuan adalah sasis tetap memakai model Ladder Frame khas G-Klass. Penggeraknya memakai empat dinamo yang memutar setiap roda. Detail performa dan baterai yang digunakan belum diumumkan, namun wadah baterainya dibuat tahan benturan. Jurnalis Kyle Fortune menjajalnya bersama Dr. Emmerich Schiller di gunung Schöckl. Disana mobil menghajar bebatuan yang langsung membentur wadah baterai di bagian bawah sasis.

            Kyle Fortune dalam artikelnya menyinggung bahwa baterai minimal 108 kWh, dengan jarak tempuh di kisaran 500 km. Tentu saja dilengkapi pengecasan super cepat, setidaknya bisa mengisi 80% baterai dalam 30 menit.

       Mengingat Mercedes dan AMG sudah punya kombinasi motor elektrik EQ bertenaga 650 hp, diperkirakan performa EQG tidak akan jauh. Yang pasti, kemampuan offroadnya hebat. Karena saat dicoba oleh Kyle Fortune dan Schiller di gunung Schöckl, G500 Professional yang beriringan tampak kesulitan mengikuti EQG.

        Bisa dimaklumi. Dengan sebuah motor elektrik mengendalikan masing-masing roda, kemampuan offroad EQG menjadi luar biasa. Tenaga setiap roda akan diatur otomatis sesuai traksi dan kebutuhannya. Malah, EQG dapat melakukan tank turn atau G-Turn, begitu mereka menyebutnya. Di sini, EQG dapat berbalik arah tanpa bergerak maju, dengan memutar semua ban sisi kiri dan kanan ke arah berlawanan.

      Sejak awal, G-Klass selalu menyajikan kualitas dan teknologi terbaik. Handal dan canggih dengan performa papan atas. Rasanya EQG baru ini akan melanjutkan tradisi G-Klass yang legendaris. Bedanya, kini tanpa suara dan bahan bakar...

Share :